Contoh Hasil Lab HIV Positif - Studi Kasus Ibu Rumah Tangga dengan HIV dan Langkah Penanganannya
1. Identitas Pasien (Anonim)
- Nama: Ny. S
- Usia: 36 tahun
- Jenis Kelamin: Perempuan
- Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
- Status Perkawinan: Menikah
2. Anamnesis (Riwayat Keluhan)
Ny. S datang dengan keluhan penurunan berat badan signifikan selama 2 bulan terakhir, sariawan yang tidak kunjung sembuh, mual dan muntah saat makan sehingga nafsu makan menurun, serta kelelahan yang terus-menerus. Pasien tidak memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan obat terlarang. Riwayat seksual terbatas hanya dengan suami yang diketahui baru-baru ini juga terdiagnosis HIV.
3. Pemeriksaan Fisik (Saat Kunjungan Awal)
- Keadaan Umum: Lemah, compos mentis
- Tanda Vital:
- Tekanan Darah: 100/65 mmHg
- Nadi: 90x/menit, reguler
- Pernapasan: 20x/menit
- Suhu: 37.8 °C (aksila)
- Berat Badan: 42 kg (turun dari 55 kg dalam 2 bulan)
- Pemeriksaan Mulut: Sariawan luas pada lidah dan mukosa mulut (suspek Kandidiasis Oral)
- Leher: Limfadenopati multipel kecil, kenyal, tidak nyeri
- Pemeriksaan Lain: Thorax dan abdomen tanpa kelainan signifikan
4. Diagnosis Kerja Awal
- Penurunan berat badan bermakna
- Kandidiasis Oral
- Limfadenopati generalisata
- Susp. Infeksi HIV stadium lanjut
5. Rencana Pemeriksaan Penunjang
Konseling pra-tes HIV dan pemeriksaan laboratorium meliputi:
- Hitung darah lengkap
- Tes skrining HIV (Generasi ke-4: Antibodi + Antigen p24)
- Tes fungsi hati dan ginjal
- Pemeriksaan viral load dan hitung CD4 setelah konfirmasi
6. Contoh Hasil Pemeriksaan Laboratorium (Laboratorium Klinik Prima Medika)
Hitung Darah Lengkap
| Parameter | Hasil | Nilai Normal | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Hemoglobin | 10.8 g/dL | 12-16 g/dL | Anemia ringan sampai sedang |
| Leukosit | 3.800 /µL | 4.000-10.000 /µL | Leukopenia |
| Trombosit | 160.000 /µL | 150.000-400.000 /µL | Normal |
| Limfosit | 15% | 20-40% | Limfopenia relatif |
Tes Fungsi Hati & Ginjal
Dalam batas normal.
Tes Serologi HIV
| Pemeriksaan | Metode | Hasil | Nilai Rujukan |
|---|---|---|---|
| Tes Skrining Anti-HIV | ECLIA (Generasi ke-4) | REAKTIF | Non-Reaktif |
| Tes Konfirmasi HIV | Immunoblot | POSITIF | Negatif |
Catatan: Immunoblot mendeteksi antibodi terhadap protein HIV-1 (gp160, gp120, p24, gp41).
Pemeriksaan HIV Lanjutan (setelah konfirmasi positif)
| Pemeriksaan | Metode | Hasil | Nilai Rujukan | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Hitung CD4 | Flow Cytometry | 150 | 500 - 1500 | sel/µL |
| HIV RNA Viral Load | RT-PCR | 300.000 | Tidak Terdeteksi | copies/mL |
7. Interpretasi Hasil dan Diagnosis Akhir
Hasil skrining HIV reaktif dan konfirmasi positif memastikan infeksi HIV pada Ny. S. Hitung CD4 yang rendah (150 sel/µL) menunjukkan stadium lanjut HIV/AIDS. Viral load yang tinggi (300.000 copies/mL) menandakan replikasi virus aktif dan risiko penularan yang tinggi.
Diagnosis Akhir: Infeksi HIV Stadium Lanjut (AIDS) dengan Kandidiasis Oral dan Sindrom Wasting pada ibu rumah tangga.
8. Rencana Tata Laksana (Langkah Selanjutnya)
- Konseling Pasca-Tes: Edukasi mengenai hasil tes, penularan HIV, pentingnya pengobatan ART, dan dukungan psikososial untuk pasien dan keluarga.
- Memulai Terapi Antiretroviral (ART): Rejimen lini pertama sesuai pedoman nasional untuk menekan viral load dan memulihkan sistem imun.
- Profilaksis Infeksi Oportunistik: Cotrimoxazole untuk mencegah Pneumocystis jirovecii pneumonia (PCP) dan Toksoplasmosis (CD4 < 200 sel/µL).
- Pengobatan Kandidiasis Oral: Antijamur seperti Nystatin atau Fluconazole sesuai kebutuhan.
- Edukasi dan Dukungan: Kepatuhan pengobatan, nutrisi yang baik, gaya hidup sehat, tes pasangan suami, dan dukungan kelompok sebaya.
- Pemeriksaan Tambahan: Skrining untuk Tuberkulosis, Hepatitis B, dan Hepatitis C.
- Follow-up Rutin: Evaluasi klinis, pengukuran viral load dan CD4 secara berkala, serta pemantauan efek samping obat.
Disclaimer
Studi kasus ini hanya untuk ilustrasi pendidikan. Penanganan HIV harus dilakukan oleh tenaga medis profesional sesuai kondisi dan pedoman yang berlaku.
Catatan: Kasus ini diadaptasi dari data epidemiologi dan laporan kasus yang menyoroti peningkatan prevalensi HIV pada ibu rumah tangga di Indonesia, dengan fokus pada risiko penularan ibu-ke-anak dan tantangan diagnosis serta pengobatan pada stadium lanjut.
Posting Komentar